- Marah-marah tanpa sebab yang benar
- Sering bicara sia-sia
- Pemurah pada yang tidak perlu
- Tidak bisa menyimpan rahasia
- Percaya pada setiap orang
- Tidak bisa membedakan kawan atau lawan
Oleh Mhd al Fadl al Balkhi
Untaian kata demi kata, tlah kutuangkan
Untaian bait demi bait, tlah kutuliskan
Untaian syair demi syair, tlah kudendangkan
Dan untaian doa demi doa, tlah kulantunkan
Ya Robbi…
Jikalau hati ini terlalu angkuh ‘tuk merengkuhMu
Jikalau jiwa yang berkelana ini terlalu lelah menggapaiMu
Jikalau pengorbanan ini hanya sia-sia dimataMu
Maafkanlah atas kekhilafan sepanjang perjalanan waktuku
Ya Robbi…
Masih adakah sisa penyesalan di dalam jiwa?
Masih adakah sisa waktu yang ‘
Masih adakah pengorbanan demi pengorbanan yang tak berarti?
Namun…selalu kembali pada hatiku, lalu mengapa aku masih bertanya?
Ya Robbi…
Terimakasih tlah KAU hadirkan rasa kecewa
Terimakasih tlah KAU luruhkan emosi di dalam dada
Hanya itu yang dapat membuatku berpikir
Hanya dengan mengingatMu, segalanya menjadi mudah
Ya Robbi…
Walaupun masih ada beribu pertanyaan menghalau parau
Menghimpit beribu duka yang kelam menghantam legam
Kuingin KAU saksikan beribu makna
Masih terbesit beribu penyesalan di dalam kalbu

Mencoba lepaskan beban
Kutulis sebait lagu tentang kerinduan
Terpendam dibatas jarak yang memisahkan
Jujur ingin aku bertemu
Mencoba lukiskan bayang
Selintas wajah gadis yang kurindukan
Di awan kugoreskan imaji dan bisikkan
Tetap setia padaku
Betapa berarti
Sesaat pertemuan kita
Obati rindu sekian waktu lamanya
Hanya hati
Setia pada cinta dijiwa
Kan membawa ini jadi selamanya


Aku yg begini
Sudah penat menghitung hari
Hari ini aku mahu melalui hidup dgn AMAN
Tanpa harapan semalam
Biar aku tersenyum puas
Jangan ada setitik pun rasa bimbang
Lepaskan keluhan yg tertahan
Hati mahu AMAN
Di sini hanya ada aku dan Tuhan
Aku tinggalkan semua yang menjadikan aku seorang aku
Mahu mengenal makna AMAN
Bila berada dekat denganMu Tuhan